Sabtu, 25 Maret 2017

Hewan Karnivora

Contoh Hewan Karnivora

Hewan karnivora adalah hewan pemakan daging. Hewan-hewan dari jenis ini memangsa hewan lain kemudian menjadikannya sebagai makanan dan sumber energi. Hewan karnivora memiliki ciri-ciri yaitu punya gigi taring yang tajam dan cakar yang kuat. Gigi taring digunakan untuk mencabik-cabik makanannya yang berupa daging sedangkan cakar kuat digunakan untuk mencengkram mangsanya. Secara lebih lengkap, silakan pahami contoh hewan karnivora beserta nama latinnya berikut ini.

Contoh Hewan Karnivora

1. Singa (Panthera leo)

Singa (Panthera leo) merupakan hewan yang termasuk keluarga felidae (kucing) dengan habitat umum di ekosistem padang rumput. Hidup secara berkelompok, hewan ini mendapatkan makanan dengan memburu hewan-hewan herbivora di sekitarnya. Perburuan umumnya dilakukan oleh singa betina, sedangkan singa jantan cenderung lebih pasif dan hanya menunggu jatah dari hasil buruan sang betina. Target buruan utamanya adalah rusa, jerapah, kelinci, domba, dan beragam hewan herbivora besar lainnya. Ia tidak makan tumbuh-tumbuhan atau buah, oleh karena itu ia termasuk ke dalam contoh hewan karnivora.

2. Harimau (Panthera tigris)

Harimau (Panthera tigris) adalah hewan yang termasuk keluarga felidae (kucing) dengan karakteristik belang hitam coklat di sekujur kulit tubuhnya. Kemampuan berlari hewan ini adalah yang tercepat kedua di dunia setelah citah menunjang kebiasaannya dalam memangsa beragam hewan omnivora dan herbivora di habitatnya. Harimau termasuk contoh hewan karnivora karena makanannya berupa daging-dagingan. Target utama buruannya adalah herbivora besar seperti kancil, babi, rusa, dan lain sebagainya.


3. Serigala (Canis lupus)

Serigala (Canis lupus) adalah hewan yang yang termasuk keluarga canidae (anjing) dengan kebiasaan melolongnya yang sangat mengerikan di tengah malam. Hewan ini memburu beragam jenis animalia, terutama dari bangsa aves dan pengerat. Manusia juga bisa menjadi target buruannya jika persediaan makanannya sudah sangat terbatas. Giginya yang tajam dan cakarnya yang runcing merupakan senjata utamanya dalam melumpuhkan mangsa.

Contoh Hewan Karnivora

4. Anjing (Canis familiaris)

Anjing (Canis familiaris) adalah hewan dari keluarga canidae (anjing) yang disebut memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Hewan ini banyak dipelihara karena perawatannya mudah dan kedekatannya dengan manusia. Indra penciumannya yang kuat membuat anjing sering pula digunakan sebagai pelacak dalam mengungkap masalah kriminal oleh para polisi. Secara alami, anjing hanya memakan daging sehingga ia termasuk contoh hewan karnivora. Akan tetapi, anjing peliharaan kadang kali juga memakan nasi jika telah dilatih.

5. Kucing (Felis catus)

Kucing (Felis catus) adalah hewan dari keluarga felidae (kucing) yang paling banyak dipelihara didunia. Kucing diperkirakan sudah akrab dengan kehidupan manusia sejak 8.000 tahun lalu. Makanan utama kucing alam biasanya adalah hewan pengerat kecil seperti tikus dan beragam jenis ikan-ikanan. Oleh karena hal ini, kucing bisa dikategorikan dalam contoh hewan karnivora.

6. Buaya (Crocodylus sp.)

Buaya (Crocodylus sp.) adalah reptil besar dengan habitat di ekosistem air tawar yang termasuk ke dalam contoh hewan karnivora karena jenis makanannya yang berupa daging-dagingan. Hewan ini mengkonsumsi beragam jenis ikan, burung, dan hewan-hewan lain di sekitar ekosistemnya. Karnivora ini sangat ganas. Giginya yang tajam dan kuat serta kibasan ekornya yang kencang adalah 2 senjata utamanya dalam memperoleh makanan.

7. Elang (Nisaetus bartelsi)

Contoh hewan karnivora selanjutnya adalah burung elang (Nisaetus bartelsi). Hewan ini adalah hewan dengan kemampuan terbang yang paling baik di muka bumi. Ia dapat terbang tinggi dan menukik dengan cepat untuk menerkam mangsanya. Tikus, ular, kelinci, ayam dan beragam hewan darat lainnya dapat dilumpuhkan dengan cakarnya yang tajam dan paruhnya yang kuat.

Contoh Hewan Karnivora

8. Ular Kobra (Naja sp.)

Ular kobra (Naja sp.) merupakan reptil ganas berdarah dingin yang cukup banyak ditemukan di daerah beriklim tropis. Hewan ini memiliki bisa racun mematikan yang dapat menunjangnya dalam mendapatkan makanannya. Makanan utama mereka yang berupa beragam jenis burung dan hewan pengerat membuat ia masuk ke dalam daftar contoh hewan karnivora ini.

9. Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)

Hewan karnivora tidak hanya ada di ekosistem darat. Di ekosistem laut, kita juga bisa menemukan contoh hewan karnivora ganas, misalnya ikan tongkol. Ikan tongkol adalah pemangsa ulung beragam jenis ikan-ikan kecil di perairan dalam. Kecepatannya saat berenang ditunjang dengan gigi-giginya yang tajam membuat ia begitu ganas saat berburu.

10. Ikan Hiu (Selachimorpha sp.)

Pemangsa ganas selanjutnya dari ekosistem perairan adalah ikan hiu. Ikan ini termasuk contoh hewan karnivora yang sangat buas di lautan. Beragam biota laut dimangsa oleh mulutnya yang besar. Giginya yang tajam dan pergerakannya yang tenang adalah kunci suksesnya dalam melumpuhkan calon makanannya.

Minggu, 19 Maret 2017

13 spesies Terancam Punah

1) Macan Tutul Amur


Seekor bayi macan tutul amur berumur 3 bulan bersama induknya di Kebun Binatang Mulhouse, Prancis. Foto:Sebastian Bozon, AFP/Getty Images
Seekor bayi macan tutul amur berumur 3 bulan bersama induknya di Kebun Binatang Mulhouse, Prancis. Foto:Sebastian Bozon, AFP/Getty Images
Satwa ini diburu secara massif untuk diambil kulitnya yang berbulu indah, Macan Tutul Amur (Panthera pardus orientalis) adalah salah satu kucing besar paling langka di dunia. Satwa yang ini ditemukan di sepanjang daerah perbatasan antara Rusia bagian tenggara dan timur laut China menghadapi perusakan habitat besar-besaran dan hilangnya hewan-hewan mangsanya, juga karena perburuan. Kini hanya  sekitar 30 individu macan tutul Amur hidup di alam liar.
2) Gajah Sumatera

Anak gajah sumatera. Foto: Chik Rini
Inilah spesies gajah terkecil Asia, populasinya terus menurun secara mengejutkan, turun sekitar 80 %  dalam kurun waktu kurang dari 25 tahun akibat deforestasi, hilangnya habitat dan konflik dengan manusia di pulau Sumatera.  Kini hanya tersisa sekitar 2.400 hinga 2.800 individu gajah sumatera yang bertahan hidup di alam liar.
Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan memiliki gading yang relatif kecil, namun pemburu tetap saja membunuh untuk diambil gadingnya dan menjualnya di pasar gelap yang menyebabkan rasio antara jantan dan betina sangat tidak seimbang untuk membuatnya mampu mempertahankan kelangsungan hidup spesies asli pulau Sumatera ini.
3) Badak Jawa

Induk betina badak jawa dengan anaknya. Foto: International Rhino Foundation
Spesies badak bercula satu yang hidup di hutan tropis, badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sejak masa kolonial hingga paruh abad lalu merupakan spesies yang paling diburu untuk diambil culanya yang berharga mahal. Dengan hanya menyisakan sekitar 58 individu yang berada di Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa, spesies ini sangat rentan terhadap kepunahan karena bencana alam, perburuan, penyakit dan keragaman genetik yang rendah.
4) Penyu Belimbing

Peneliti Indonesia bersama tim peneliti dari University of Alabama, NOAA dan WWF Indonesia melakukan penelitian paling ekstensif bagi spesies penyu belimbing yang terus berkurang di Papua Barat,  pada Juli 2003 di sebuah wilayah terpencil di Papua. Tim tersebut memasang alat pemantau satelit pada penyu tersebut. Foto : Scott R. Benson, NOAA/AP
Peneliti Indonesia bersama tim peneliti dari University of Alabama, NOAA dan WWF Indonesia melakukan penelitian paling ekstensif bagi spesies penyu belimbing yang terus berkurang di Papua Barat, pada Juli 2003 di sebuah wilayah terpencil di Papua. Tim tersebut memasang alat pemantau satelit pada penyu tersebut. Foto : Scott R. Benson, NOAA/AP

Inilah spesies penyu laut terbesar di dunia dan salah satu yang paling sering bermigrasi. Populasi penyu belimbing (Dermochelys coriacea) telah sangat menurun dalam beberapa tahun terakhir karena perburuan, terkena jaring nelayan tanpa sengaja, memakan sampah plastik, perburuan telurnya, hingga hilangnya habitat dan perluasan pembangunan kawasan pesisir yang merusak pantai tempat penyu bertelur.
 5) Gorilla Dataran Rendah 

Gorilla dataran rendah. Foto: Greg Wood/AFP/Getty Images
Gorilla dataran rendah. Foto: Greg Wood/AFP/Getty Images
Meskipun berburu dan membunuh spesies ini adalah ilegal, gorilla dataran rendah (Gorilla gorilla gorilla) ini terus dibunuh untuk  diambil dagingnya  yang dianggap lezat, sementara bayi-bayi mereka ditangkap dan disimpan sebagai hewan peliharaan. Virus Ebola yang mematikan juga telah menghancurkan populasi kera liar ini. Di hutan Minkébé di Gabon saja, virus ini telah membunuh lebih dari 90 persen populasi gorilla dan simpanse di kawasan itu.
6) Saola

Foto saola yang diambil pada tahun 1993 dan dirilis oleh WWF. Foto ini menunjukkan satu dari dua Saola yang dapat ditangkap hidup-hidup di Vietnam Tengah, tapi keduanya sebulan kemudian mati di tempat penangkaran (Foto: WWF/AP).
Foto saola yang diambil pada tahun 1993 dan dirilis oleh WWF. Foto ini menunjukkan satu dari dua Saola yang dapat ditangkap hidup-hidup di Vietnam Tengah, tapi keduanya sebulan kemudian mati di tempat penangkaran. Foto: WWF/AP
Dikenal sebagai unicorn Asia, saola (Pseudoryx nghetinhensis) sangat jarang terlihat di alam liar, dan satwa ini tidak ada di penangkaran.  Populasi saola saat ini diperkirakan hanya tersisa dalam hitungan puluhan ekor saja. Saola terus diburu untuk memasok kebutuhan bahan baku  obat tradisional di Cina dan dijadikan konsumsi di Vietnam dan Laos. Hewan ini juga dibunuh untuk diambil tanduknya untuk hiasan rumah di kedua negara tersebut. Saola dalam Bahasa lokal berarti “hewan yang sopan” , sangat jinak pada manusia, sehingga sangat mudah diburu. Hilangnya habitat dan keragaman genetik yang terus berkurang juga mengancam spesies yang memang sudah diambang kepunahan ini.
7) Vaquita

Vaquita. Foto: Wikipedia common
Vaquita. Foto: Wikipedia common
Vaquita (Phocoena sinus) adalah salah satu satwa laut yang benar-benar berada ambang kepunahan dengan populasi kurang dari 100 individu yang tersisa di dunia. Inilah satwa paling laut paling langka.
Ditemukan di Teluk California, satu dari setiap lima vaquita terjerat dan tenggelam oleh pukat yang dilempar untuk menangkap spesies lain yang juga terancam punah, totoaba yang insangnya berharga sangat mahal, sekitar $4.000/pon.
8) Harimau Siberia
Harimau siberia. Foto: Wikimedia common
Harimau siberia. Foto: Wikimedia common
Juga dikenal sebagai harimau amur, harimau siberia (Panthera tigris altaica) adalah kucing terbesar di dunia. Satwa ini diburu untuk digunakan sebagai bahan baku pengobatan tradisional China. Perburuan, pertambangan, kebakaran hutan, penegakan hukum yang buruk, kerusakan hutan dan pembalakan liar terus mengancam keberadaan spesies ini. Diperkirakan populasinya kini hanya tersisa sekitar 400 -500 individu di alam liar.
9) Gorilla Gunung

Gorilla gunung. Foto: Brent Stirton/AFP/Getty Images)
Gorilla gunung.
Gorilla gunung (Gorilla beringei beringei) ditemukan di pegunungan perbatasan Uganda, Rwanda dan Republik Demokratik Kongo, dan di Taman Nasional Bwindi yang tak boleh dimasuki di Uganda. Perburuan, perusakan habitat, penyakit dan produksi arang telah menghancurkan habitat gorilla dan hanya meninggalkan sekitar 880 individu yang berjuang untuk bertahan hidup di alam liar.
 10) Lemur Bambu Besar 
Hasil gambar untuk lemur bambu besar 
Lemur bambu besar
Ditemukan di bagian tenggara Madagascar, lemur bambu besar (Prolemur simus) adalah spesies lemur paling langka yang ditemukan di Madagascar. Populasinya kurang dari 60 individu di alam liar dan tidak lebih dari 150 individu di pusat-pusat penangkaran.
Perubahan iklim, pembalakan liar, perburuan dan berkurangnya bambu secara drastis telah membuat satwa langka ini kemungkinan tidak bertahan lebih lama lagi di alam liar.
 11) Orangutan Sumatera
Hasil gambar untuk orang utan sumatera 
Orangutan sumatera sedang dirawat, saat dia ditemukan dengan peluru yang menembus tubuhnya. Foto: Sutanta Aditya
Habitat orangutan sumatera (Pongo abelii) terus mengalami pengurangan dalam tingkat yang mengerikan karena kebakaran hutan, pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar dan pembangunan pertanian lainnya. Hal ini sangat membuat spesies ini begitu terancam. Selain habitatnya yang dirusak, satwa ini juga diburu atau ditangkap hidup-hidup dan menyebabkan penurunan populasi secara drastis. Diperkirakan tak lebih dari 7.300 individu yang tersisa di alam liar.
12) Badak Hitam 

Hasil gambar untuk badak hitam 
Badak hitam afrika.
Selama masa kolonial, badak hitam (Diceros bicornis) dibunuh hampir setiap hari untuk karena culanya yang bernilai tinggi di pasar gelap, atau diambil dagingnya untuk dikonsumsi, atau sekedar untuk olahraga. Spesies ini adalah salah satu kelompok mamalia tertua di dunia dan dianggap sebagai atraksi pariwisata terpenting di banyak negara Afrika.
Sayangnya, upaya konservasi yang gencar dilakukan menghadapi kendala yakni perubahan habitat dan peningkatan perburuan yang disebabkan masih tingginya tingkat kemiskinan masyarakat setempat yang diikuti dengan meningkatnya permintaan pasar gelap untuk cula badak dari Asia. Diperkirakan hanya 4.848 individu yang tersisa di seluruh dunia.
13) Lumba-lumba Tak Bersirip Yangtze

Lumba-lumba tak bersirip yangtse. Foto: Wikimedia common
Lumba-lumba tak bersirip yangtse.
Dikenal sebagai “panda air raksasa”, lumba-lumba yang bernama ilmiah Neophocaena phocaenoides ini adalah makhluk cerdas yang paling terkenal yang ditemukan di Sungai Yangtze, sungai terpanjang di Asia.
Karena penangkapan yang berlebihan, penurunan pasokan makanan, polusi dan perubahan kondisi sungai akibat pembangunan dam dan bendungan, populasi lumba-lumba ini terus menurun dan kini diperkirakan hanya tersisa 1.000 sampai 1.800 individu saja di alam liar. Sepupu dekat lumba-lumba ini, yakni lumba-lumba baiji, telah dinyatakan punah akibat aktivitas manusia.

Sabtu, 18 Maret 2017

Hewan Yang Dilindungi Di Indonesia



Orang Utan (Pongo pygemus)
Hewan langka yang satu ini mirip seperti kera, namum mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu mempunyai rambut yang begitu panjang dibandingkan dengan jenis kera lain. Makanan utama dan kesukaannya yaitu buah-buahan. Di Indonesia, hewan ini tersebar di dataran rendah juga hutan tropis yang terdapat di pulau Kalimantan.

Badak Bercula Satu (Rhinoceras sundaicus)
 
Badak Bercula satu ini merupakan salah satu hewan yang langka di Indonesia, hanya sekitar 50an ekor saja hewan ini yang masih hidup, dan dapat ditemukan di hutan Ujung Kulon. Hewan ini merupakan jenis hewan herbivora alias pemakan daun-daunan
Badak Bercula Dua (Dicerorhinus sumatrensis)
Hampir mirip bentuk badannya dengan badak bercula satu, hanya saja yang membedakannya ada dicula dibagian depannya yang berjumlah dua. Hewan ini hanya bisa ditemukan didaerah Sumatera.
Musang Congkok (Prionodon linsang)
 
Hewan langka yang satu ini beratnya mencapai 5 kg  dan mempunyai panjang tubuh sekitar 71cm, dapat ditemukan di wilayah Aceh dan pegunungan Sumatera Barat. Hewan ini cukup gesit untuk memanjat pohon, sedang makanan kesukaannya adalah mamalaia kecil dan beberapa jenis serangga 

Singapuar (Tarsius bancanus)
 
Indonesia harusnya cukup bangga karena memiliki Singapuar yang dijuluki sebagai primata terkecil di dunia. Hewan langka yang satu ini hanya mempunyai berat tubuh sekitar 80-140 gram dan memiliki panjang tubuh sekitar 12-15 cm, hal ini menjadikan Singapuar cukup layak disebut sebagai primata terkecil di dunia.

Ikan Belida (Notopetrus chitala)
Dengan berat tubuh dapat mencapai 1 kg dan panjang tubuh mencapai 87,5 cm, cukup besar memang untuk ukuran air tawar. Bentuk tubuh ikan ini seperti pisau, sedang makanan kesukaannya yaitu ikan-ikan kecil serta udang. Habitat asli dari ikan ini adalah di perairan wilayah air tawar di wilayah Jawa dan Kalimantan

Harimau Sumatra (Pantheras tigris sumatra)
Harimau Sumatera merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah, keberadaannya kini sungguh memprihatinkan karena jumlah semua Harimau Sumatera hanya tinggal 500an ekor saja. Penebangan hutan yang sembarangan dan perburuan liar dituding sebagai penyebab langkanya hewan yang satu ini. Sesuai namanya, hewan ini hanya terdapat di daerah Sumatera

Anoa (Bubalus depressicornis)
Jika diperhatikan, hewan yang satu ini mirip sebuah kambing dengan ukuran yang besar, namun yang membedakan dengan kambing selain ukuran tubuhnya yang besar yaitu adanya tanduk runcing dikepalanya yang panjangnya mencapai 30cm. Anoa termasuk mamalia yang mempunyai kuku genap. Sulawesi merupakan habitat asli hewan ini.

Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
Burung Elang ini mempunyai bentuk yang sangat gagah, namun sangat disayangkan populasinya kini tinggal 250 ekor saja. Keberadaannya hampir tersebar merata di sekitar hutan di pulau Jawa seperti gunung Anjasmoro, gunung Kawi, gunung Salak, gunung Slamet dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain di gunung-gunung, hewan ini juga terdapat dibeberapa taman nasional yang ada di Jawa seperti Taman nasional Gunung Gede Pangrango serta Taman Nasional Muara Betiri

Komodo
Komodo merupakan hewan yang sangat langka karena jumlahnya yang sedikit, hanya terdapat di Indonesia. Hewan ini juga termasuk spesies kadal paling besar di dunia yang rata-rata memiliki panjang 2-3 meter dan berat bisa mencapai 100 kg.
Gajah Sumatera
 
Gajah mungkin identik dengan Thailand yang berjuluk negeri gajah putih. Namun di Indonesia juga terdapat spesies gajah endemik yang berada di Sumatera. Seperti halnya hewan lainnya, jumlahnya terus berkurang akibat perburuan liar. Mereka mengeksploitasi kulit, daging serta gading gajah untuk dijual ke luar negeri. Sehingga pemerintah bergera cepat dengan mendaftarkan gajah ke dalam daftar fauna yang dilindungi dalam PP No. 7 tahun 1999.
Bekantan
Bekantan atau kera hidung panjang ini dulunya banyak dijumpai di hutan Kalimantan. Namun seiring dengan pembukaan lahan, habitat asli bekantan menjadi rusak. Akibatnya jumlah populasi bekantan menurun cukup drastis. Kekurangan sumber makanan dan tempat tinggal merupakan faktor utama hewan ini terancam punah. Jika terus dibiarkan, jumlah populasi fauna yang dilindungi ini akan habis sekitar 15-20 tahun mendatang.
Burung Cenderawasih
Burung ini dahulunya banyak dijumpai di kepulauan Papua, khususnya bagian barat, Papua Nugini, dan Sebagian Australia. Namun setelah banyak terjadi perburuan liar yang masif, jumlah cenderawasih terus mengkhawatirkan. Tak kurang dari beberapa ratus saja yang masih bertahan hidup di habitat aslinya. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang fauna yang dilindungi merupakan pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Bila tidak, maka beberapa tahun kedepan cenderawasih akan benar-benar punah.
 Jalak Bali
 
Sejak beberapa tahun belakangan jumlah jalak bali terus menurun. Sehingga dengan sangat terpaksa, jalak bali kemudian dimasukkan dalam fauna yang dilindungi di Indonesia. Pemerintah dan dinas terkait melakukan upaya penangkaran jalak bali dengan dua sistem. Sistem penangkaran alami dan penangkarang buatan. Penangkaran alami dilakukan di habitat aslinya di Bali melalui suaka margasatwa. Sedangkan penangkaran buatan dipasrahkan pada peternak burung dengan bantuan dan pengawasan pemerintah.
Kakak Tua Raja
Burung yang akrab kita nyayikan dengan riang sewaktu kecil sekarang nyaris terancam punah. Burung yang berhabitat asli di Kepulauan Papua ini mengalami penyusutan populasi yang cukup besar. Baik karena perburuan liar, perusakan habitat, maupun kondisi alam. Secara statistik, fauna yang dilindungi ini hanya tersisa puluhan saja. Itu pun masih merupakan angka perkiraan saja. Sebab fakta di lapangan menunjukkan bahwa populasi dalam kawanan Kakak Tua Raja terus menurun

Burung Merak
Burung yang dijuluki poenix ini sudah masuk kedalam fauna yang dilindungi sejak tahun sembilan puluhan. Eksploitasi besar-besaran terhadap merak menjadikan burung berbulu indah ini terancam punah. Sehingga pemerintah berupaya melestarikan burung ini melalui suaka marga satwa dan juga kebun binatang. Harapannya tentu agar merak tetap lestari meski bukan di habitat aslinya. Sedangkan sanksi tegas telah disiapkan pada siapa saja yang melakukan perburuan atau eksploitasi terhadap merak

Babirusa
Hewan ini mungkin kurang familiar di kalangan masyarakat, namun aslinya merupakan hewan endemik Sulawesi. Babirusa adalah babi dengan tanduk dan siung gigi yang sangat keras dan kuat. Tanduk dan siungnya itulah yang digunakan untuk senjata melawan predator dan menarik betina. Bentuk badannya tidak terlalu tambun seperti babi biasa, cenderung kokoh dan kuat. Karena ancaman kepunahan yang semakin memperihatinkan, maka fauna yang dilindungi UU No. 7 tahun 1999 ini di pindahkan ke Taman Nasional Lore Lindu. Di sanalah babirusa ditangkarkan di habitat alam terbuka

Trenggiling
Binatang mirip musang berkulit keras ini masuk dalam kategori mamalia liar. Habitat aslinnya berada di pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Dulunya trenggiling masih sering dijumpai secara tidak sengaja, namun sekarang susah meski dicari sampai ke sarangnya. Sebab belakangan mulai marak ernburuan dan perdagangan trenggiling ke Cina. Katanya daging trenggiling nantinya diakai sebagai obat tradisional. Itulah kenapa jumlah trenggiling terus menyusut, bahkan nyaris punah. Maka mulai beberapa tahu belakangan ini, pemeritah memasukkan trenggiling sebagai fauna yang dilindungi di Indonesia.

Burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta)
Salah satu satwa kebanggaan orang Nias adalah Burung Beo Nias yang mempunyai nama latin Gracula religiosa robusta. Burung Beo Nias terkenal dengan kepandaiannya dalam berbicara dan menirukan berbagai suara. Burung Beo Nias secara endemic hidup di hutan-hutan basah dengan membuat lubang pada batang pohon-pohon yang tinggi. Selain suaranya

Beruang Madu (Helarctos malayanus)
Beruang Madu merupakan jenis beruang dengan ukuran terkecil di dunia dengna panjang mencapai 1,40 meter. Satwa langka yang menjadi maskot Kota Bengkulu dan Kota Balikpapan ini merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi. Meskipun penyebarannya mencakup Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, saat ini keberadaannya di alam bebas sulit ditemukan. Satwa langka yang memiliki nama latin Helarctos malayanus ini memiliki tubuh berwarna hitam legam dengan sedikit bulu-bulu putih kekuningan berbentuk “V” dibagian dadanya

Burung Cenderawasih Mati-Kawat
Keindahan Burung Cenderawasih sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia sehingga burung ini disebut sebagai Bird of Paradise. Burung Surga yang hanya ditemukan di Pulau Papua ini memiliki sampai 30 spesies yang salah satunya adalah Seleucidis melanoleuca yang dilindungi negara. Spesies yang juga dinamakan Twelve-wired Bird of Paradise ini memiliki paruh yang panjang dan ekor yang pendek. Burung pengkicau ini memiliki cirri khas bulu kecil seperti kawat yang melengkung ke atas, namun kawat ini hanya ditemui pada spesies jantan

Kuau Besar (Argusianus argus)
Kuau adalah unggas yang tergabung dalam marga Argusianus. Terdapat dua jenis kuau: kuau raja (Argusianus argus) dan kuau bergaris ganda (Argusianus bipunctatus). Keduanya berasal dari Kepulauan Nusantara. Kuau bergaris ganda tidak pernah ditemukan di alam, deskripsinya didasarkan pada sejumlah bulu yang dikirim ke London dan dipertelakan pada tahun 1871. IUCN memasukkannya dalam status punah

Maleo (Macrocephalon maleo)
Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon.[1][2] Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang.[3] Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)
Pesut mahakam (Latin:Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Secara taksonomi, pesut mahakam adalah subspesies dari pesut (Irrawaddy dolphin).

Nuri Raja (Alisterus amboinensis)
Nuri-raja ambon (Alisterus amboinensis), adalah burung nuri yang endemik yang ada di Pulau Paleng, Maluku dan Papua Barat di Indonesia. Terkadang, burung ini mengarah sebagai Nuri-raja Ambon atau Nuri-raja Amboina,[2] tetapi sebutan-sebutan tersebut bersifat menyesatkan, karena burung ini juga ditemukan di banyai pulau lainnya selain terdapat di Ambon.

Rangkong (Rhyticeros cassidix)
Enggang atau Rangkong (bahasa Inggris: Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya "Buceros" merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti "tanduk sapi" dalam Bahasa Yunani

Rusa Timor (Cervus timorensis)
 
Rusa timor merupakan salah satu rusa asli Indonesia selain rusa bawean, sambar, dan menjangan. Rusa timor yang mempunyai nama latin Cervus timorensis diperkirakan asli berasal dari Jawa dan Bali, kini ditetapkan menjadi fauna identitas provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Siluk Merah (Sclerophages formosus)
Ikan Siluk Merah atau  Ikan Arwana Merah (Arwana Super Red) atau Ikan Naga (Dragon Fish) yang dalam bahasa latinnya disebut Sclerophages formosus ditetapkan sebagai Satwa Pesona Indonesia