Jumat, 07 April 2017

Bunga Melati

Melati merupakan tanaman bunga hias berupaperdu berbatang tegak yang hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae). Terdiri dari sekitar 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania. Melati secara luas dibudidayakan untuk aroma khas bunga mereka. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai "puspa bangsa" atau simbol nasionalyaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa danSunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayahNusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh)[1],Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo),Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete(Madura) serta Beruq-beruq(Mandar).
Di Italiamelati casablanca (Jasminum officinalle), yang disebut Spanish Jasmine ditanam tahun1692 untuk dijadikan parfum. Tahun 1665 diInggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de Medici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri di kawasan India Barat Laut yang kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923.

Bunga Pukul Empat

Bunga pukul empat asal Amerika Selatan ini mempunyai banyak warna, di antaranya merah,kuning, juga putih.[1][2] Perbedaan warna antara satu dengan yang lain dilatar belakangi oleh gen, misalnya R= gen untuk bunga warna merah danr= gen untuk bunga warna putih, jika keduanya disilangkana maka akan menghasilkan bunga warna merah muda.[3]
Biji bunga pukul empat yang bisa dibuat bedak
Disebut sebagai bunga pukul empat karena biasanya mekar saat pukul empat sore, hal itu dikarenakan adanya rangsangan cahaya, gerakan ini dinamakan dengan fotonasti.[4] Tanaman ini termasuk dalam kelas Dicotyledones, yaitu kelastumbuhan yang mempunyai biji keping dua, mempunyai kelopak dengan kelipatan 4 sampai 5, serta urat daunnya yang menjari.[5] Selain sebagai tanaman hias, bunga ini berfungsi juga sebagai pembatas pagar.[2] Kita bisa menjumpainya didataran rendah maupun perbukitan yang banyak mendapat sinar matahari.[2]
Bunga pukul empat warna putih dipadu dengan merah muda sebagai hasil dari penyilangan
  1. Bunga pukul empat selain indah, juga mempunyai banyak manfaat bagi manusia.[2] Kandungannya yang berupa betaxanthis, zat asam lemak sertazat asam minyak dapat digunakan sebagai obatpelancar sirkulasi darahdan peluruh air seni(diuretik).[2] Selain itu, bunga yang mempunyai nama binomial ''mirabilis jalapa'' ini bisa meredakan radang amandel, radang tenggorokan,batuk berdarah, kanker, batu ginjal, batu empedu, dan kencing manis.[2] Salah satu di antara manfaatnya yang sangat penting bagi wanitaadalah dapat mengatasi keputihan, cukup rebus bunga pukul empat dengan kulit delima kering atau lidah buaya, kemudian minum.[2] Meskipun banyak manfaatnya, wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya dan untuk perebusannya dilarang menggunakan alat-alat yang terbuat daribesi.[2]

Bunga Putri Malu

Putri malu atau Mimosa Pudicaadalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun- daunnya yang dapat secara cepat menutup/layu dengna sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong – polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat dari pada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.
            Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifat tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti ”malu”), mori vivi (Hindia Barat),nidikumba (Sinhala, berarti ”tidur”,mate-loi (Tonga, berarti ”pura-pura mati”). Namanya dalam bahasa cina berarti ”rumput pemalu”. Kata pudicasendiri dalam bahasa latin beratri ”malu” atau ”menciut”.
            Keunikan dari tanaman ini adalah bila daunnya disentuh, ditiup, dan dipanaskan akan segera menutup. Hal ini di sebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh.
            Gerak ini disebut gerak seimonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasi), sebagai contoh gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli dari mana arah datangnya sentuhan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam  dan merekah kembali setelah matahari terbit.
            Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakn tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukan warna pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berfikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

Bunga Dan Fungsinya

Bunga atau kembang (bahasa Latinflos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik.
Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu rangkaian. Bunga yang muncul secara bersama-sama disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), misalnya pada Anthurium dan bunga matahari. Satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Secara botani, bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan bijiPenyerbukan danpembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah. Pada tumbuhan berbunga, buah adalah struktur yang membawa dan melindungi biji.

FungsiSunting

Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah analog dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.
Beberapa bunga memiliki warna yang cerah berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga bertujuan memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga apabila mengalami kekurangan air atau suhu rendah. Contoh yang paling dikenal adalah bunga kertas Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji diharapkan telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival).
  1. Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.

Bunga Kamboja

Bunga kamboja ditemukan oleh seorang botanisberkebangsaan Perancis yang bernama Charles Plumier, karena itulah bunga kamboja mempunyai nama Latin Plumeria.[1] Bunga kamboja dulu hanya kita jumpai di tempat-tempat yang berbau religi seperti pemakaman dan tempat-tempat lain, namun kini hal itu sudah berubah.[1] Bunga ini tidak mempunyai hubungan sama sekali dengannegara Kamboja sebab bunga ini ternyata berasal dari Amerika Tengah yang meliputi Equador,ColombiaCubaVenezuela, dan Mexico.[1]
Sejak kapan keberadaannya di Indonesia sampai sekarang belum diketahui tepatnya.[1] Namun, bunga kamboja diperkirakan pertama kali dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis dan Belandayang mana keduanya merupakan bangsa yang peduli terhadap lingkungan dan sangat menyukaialam tropis.[1] Diperkirakan kamboja asli Indonesia adalah bunga kamboja yang berwarna putihdengan bagian dalam berwarna kuning di mana kuntumnya tidak terbuka penuh serta berukuran kecil.[1]. Bunga kamboja tumbuh subur di dataran rendah sampai pada ketinggian 700 meter, namun secara umum tanaman ini bisa tumbuh subur di semua tempat.[2]

Jenis-JenisSunting

Bunga kamboja tidak hanya terdiri dari satu jenis saja melainkan bermacam-macam, diantaranyaPlumeria Bali-Whirl. Bunga kamboja ini memilikimahkota yang bertumpuk, sedang cara memperbanyak serta melestarikannya adalah dengan penyetekkan.[3] Ada juga Plumeria Acuminata, bentuk mahkotanya membulat serta bagian ujungnya menggulung.[3] Yang ketiga yakni Plumeria Acutifolia, bau bunganya harum dan berkhasiat untuk obat kencing nanah,bengkak serta bisul.[3] Bunga kamboja jenis ini sering digunakan untuk upacara keagamaan oleh orang Bali.[3]

Kamis, 06 April 2017

flora yg dilindungi di indonesia

. Anggrek Hitam / Coelogyne pandurata
Gambar Anggrek Hitam
Anggrek hitam adalah salah satu flora Indonesia yang hampir punah di habitat aslinya. Populasi tanaman ini di habitat aslinya di propinsi Kalimantan Timur, semakin langka karena banyak diburu untuk dijual ke para kolektor anggrek. Selain tumbuh liar di Kalimantan jenis anggrek ini juga tumbuh liar di Sumatera, Mindanao dan Semenanjung Malaya, Pulau Samar Filipina dan Pulau Luzon.
2. Anggrek Larat / Dendrobium phalaenopsis fitzg
Gambar Bunga Anggrek Larat
Anggrek larat merupakan flora yang dilindungi, habitatnya di propinsi Maluku karena ditemukannya di pulau Larat, Tanimbar, Maluku maka dinamakannya Angrek larat. Tanaman ini tumbuh pada karang-karang kapur dan pohon-pohon yang mendapat sinar matahari yang cukup.
3. Bunga Sedap Malam / Polyanthus tuberosa 
Gambar Bunga Sedap Malam
Bunga sedap malam adalah salah satu flora yang di lindungi di Indonesia, tanaman ini merupakan flora yang termasuk tanaman berumbi dengan tinggi 0,5-1,4M. Tanaman hias ini asalnya dari Mexico.
4.  Eboni / Diospyros celebica bakh
Gambar Pohon Eboni
Eboni atau dengan nama lain yaitu kayu hitam. Kayu ini tergolong kayu yang kuat dan juga awet, sehingga bernilai ekonomi tinggi. Populasi kayu hitam ini semakin berkurang karena ekspoitasi yang berlebihan yang menyebabkan keberadaanya semakin langka. Eboni ini merupakan flora andemik Sulawesi
5. Padma Raksasa / Rafflesia arnoldi
Bunga Unik Raflesia Arnolid, Padma Raksasa, Bunga Bangkai
Bunga raflesia merupakan flora Indonesia yang di lindungi pemerintah karena kelangkaannya terlebih lagi orang banyak mengambil putik bunga yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, ini merupakan salah satu ancaman bagi pertumbuhan pupulasinya. Bunga ini disebut juga bunga bangkai karena pada waktu mekar mengeluarkan bau busuk. Habitat bunga padma raksasa atau raflesia ini tersebar di hutan pegunungan Jawa Barat, sepanjang pantai selatan Jawa barat dan Jawa Tengah, Pulau Sumatera dan hutan dataran rendah Taman Nasional Meru Betiri

6. Pisang-pisang, Pulut-pulut / Kandelia candel (L) Druce
Gambar Flora Pisang-pisang, Pulut-pulut
Tanaman flora Pisang-pisang, atau Pulut-pulut (Kandelia candel (L) Druce) adalah flora yang termasuk dalam daftar flora yang di lindungi pemerintah Indonesia. Habitatnya tersebar di Timur Laut Sumatera, Kalimantan Barat dan Utara. India, Burma, Thailand, Indo Cina, Cina, Taiwan, Jepang Selatan dan Malaysia. Dan pada umumnya dimanfaatkan untuk kayu bakar